Ketika terjadi bencana Tsunami, khususnya Tsunami Desember 2004, seluruh dunia shock melihat kejadian yang begitu dahsyatnya yang merenggut nyawa ratusan ribu jiwa. Berbagai negara pun saling bantu membantu dan ingin lebih mengoptimalkan lagi penggunaan alat pendeteksi Tsunami Tsunami Early Warning Sistems yang mampu memberikan peringatan dini bagi masyarakat dengan tujuan menghindari korban jiwa.
Kemudian jika kita kaitkan dengan korupsi, seharusnya ini juga menjadi perhatian bagi kita semua, bagaimana mendeteksi tentang gejala timbulnya korupsi. Kalau kejadian tsunami memunculkan inovasi, hal ini karena kejadian ini sangat terasa dan nampak. Sedangkan korupsi agak samar-samar, orang tidak merasa menjadi korban langsung misalnya hilangnya harta benda, walaupun sebenarnya banyak sekali kerugian akibat ini seperti akses pada hak-hak dasar seperti pendidikan dan kesehatan yang tidak memadai. Sebagaimana disebutkan dalam majalah EUROSAI No.16 tahun 2010.
The effects of corruption are well known: it corrodes confidence in institutions, in particular political and judicial institutions, leading to the contempt for the primacy of the law, distorts the allocation of resources and perverts the functioning of markets, with extremely serious effects on nvestment, internal and external, and on growth and development, causing severe damage to the poor as a consequence of the deviation of sums necessary for the funding of essential public services, especially in the areas of health and education.
Corruption also favours the subsistence and strengthening of organised crime, which systematically resorts to a variety of forms of fraud and corruption, which, after all, constitute the essential conditions for its existence and proliferation.
Sepertinya menjadi kurang menarik ya seandainya kita mengulas korupsi terus menerus namun masih bingung juga kenapa terjadi korupsi terus menerus dilingkungan sekitar kita. Beberapa definis korupsi juga ada faktor-faktor penyebab juga sudah banyak dibahas dan pembahasan semuanya berujung pada moral. Namun demikian teori terkait masalah korupsi ini sangat diperlukan dalam menuntun kita dalam kerangka berpikir selanjutnya.
Gejala korupsi bisa jadi sudah muncul pada waktu pembahasan anggaran maupun pada waktu pelaksanaan anggaran. Pada waktu anggaran disusun kemungkinan sudah terjadi deal-deal antara pihak eksekutif maupun legislatif. Hal ini perlu dibahas tersendiri tentang deal-deal tingkat tinggi.
Okelah kita batasi saja gejala korupsi dalam pelaksanaan anggaran. Artinya anggaran kita anggap sementara sudag given.
Sistem peringatan dini harus dibuat baik dari sisi penerimaan maupun pengeluaran. Ingat kasus Gayus kan, bagaimana penerimaan yang seharusnya diterima negara akhirnya nihil. Apakah ini bentuk kelalaianm dalam menyorot korupsi dari sisi penerimaan. Sisi penerimaan maupun pengeluaran seharusnya mendapatkan perhatian yang seimbang. Bukankah pengeluaran akan dibiayai dari sisi ini?
Beberapa peringatan dini dapat dikembangkan sendiri tergantung spesifikasi instansi yang bersangkutan, beberapa point antara lain:
-
Apa Opini Laporan keuangan instansi anda?
-
Apakah sumber-sumber penerimaannya sudah jelas terdokumentasi?
-
Apakah potensi penerimaannya sudah tergali dengan memadai
-
Apakah terdapat fungsi penerimaan dengan fungsi pencatatan
-
Bagaimana pembukuannya termasuk pelaporannya,
-
Apakah Apakah rapat rapat guna membahas suatu keputusan sudah didokumentasikan dengan baik dan dapat dibaca dengan mudah oleh para pegawai (sesuai kewenangannya)?
-
Apakah di kantor anda komunikasi sangat tertutup
-
Apakah terjadi kelompok-kelompok/grup-grup (dalam pengertian negatif)?
-
Apakah sudah ada pemeriksaan intern terhadap penerimaan oleh pengawas Internal yang independen dari unit kita?
-
Apakah tugas panitia pengadaan sudah sesuai dengan ketentuan
-
Apakah pembahasan terhadap penetapan pemenang pengadaan barang dan jasa telah terdokumentasi dengan baik dan mudah dibaca pegawai lainnya (ini terlihat dari dokumen pembahasan).
-
Apakah anda melihat, pimpinan anda membiarkan sesuatu yang sebenarnya tidak sesuai dengan ketentuan?
-
Bagaimana pelaksanaan budaya kerja di instansi anda?
-
Apakah pelaksanaan tugas yang berisiko telah dibuat kegiatan pengendalian yang memadai?
-
Apakah saran atau rekomendasi auditor sudah diselesaikan sesegera mungkin?
-
Dan sebagainya...atau bisa digali lebih lanjut dari daftar uji pengendalian intern. Klik di sini.
Silahkan dikembangkan, pertimbangkanlah biaya manfaat, dari hal-hal yang kecil dulu tidak perlu muluk2 yang penting dapat direalisasikan.