Remunerasi Kejaksaan,TNI, Polri, dan BPKP tertunda lagi
Belum lama ini Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara menyatakan bahwa rencana remunerasi bagi aparat kejaksaan,TNI,Polri,dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ditunda.
Menurut Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menegpan) Taufik Effendi,masih diperlukan masukan dan kajian sebelum menandatangani usulan remunerasi tersebut. “Saya istikharah dulu sebelum menandatangani usulan remunerasi aparat kejaksaan,TNI, Polri, dan BPKP,” tegas Taufiq Effendi dalam rapat koordinasi regional (rakoreg) koordinasi, monitoring, dan evaluasi (kormonev) pelaksanaan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi di Nusa Tenggara Barat kemarin.
Taufiq mengatakan pihaknya mengaku akan lebih hati-hati dalam mengambil keputusan menandatangani usulan remunerasi tersebut. Pasalnya, hal tersebut berkaitan dengan anggaran negara. “Pengeluaran negara mencapai triliunan rupiah.Tidak semua usulan yang masuk langsung di setujui,”tandasnya. Remunerasi itu sendiri merupakan bagian dari rancangan besar pemerintah dalam mengimplementasikan reformasi birokrasi hingga 2025.
Dalam proses ini, pemerintah bahkan sudah mengeluarkan anggaran Rp1,46 triliun pada 2007 dan sekitar Rp6 triliun pada tahun 2008 untuk penataan struktur remunerasi. Perbaikan struktur gaji ini,terutama pada aparat hukum,sengaja diberikan untuk menjamin kualitas dan meningkatkan kinerja aparat kejaksaan, TNI,Polri dan BPKP. “Tentunya setelah ada remunerasi ini akan ada perbaikan pelayanan dan kinerja dari aparat pemerintah,” harapnya.
Kita harap tahun ini selesai,” tandasnya. Sementara itu anggota Komisi II DPR Saifullah Ma’shum mengharapkan Menpan bisa segera menandatangani remunerasi bagi aparat hukum. Jika persoalan penundaan remunerasi bagi aparat hukum hanya dikarenakan persoalan teknis atau belum ada persetujuan dari Menteri Keuangan, pihaknya siap memberikan dukungan politik bagi Menpan.
“Jika memang ada kendala politis, kami siap mendukung Menpan untuk segera menandatanganinya. Jadi Menpan jangan ragu-ragu lagi,” tegas Saifullah kepada harian Seputar Indonesia (SI) kemarin. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini menambahkan, Menpan sebaiknya memang tidak perlu ragu-ragu dalam mewujudkan reformasi birokrasi.Membengkaknya anggaran negara akibat adanya remunerasi ini merupakan risiko yang harus ditanggung pemerintah. (sofian dwi) (www.seputar-indonesia.com)
Bandingkan dengan berita sebelumnya


kita harus mencurigai kenapa Menpan tidak mencairkan Remunerasi yang baik bagi TNI/Polri , Kejaksaan dan PNS Lainnya, ini kan Program untuk memperkecil dan mempersempit korupsi kok dihalang-halangi, Jangan-jangan ada apa dengan Menpan ? apa dia tidak setuju Program memberantas dan memperkecil serta mempersempit korupsi, ataukah dia terlibat ?
July 27th, 2009 at 7:35 am
betul pak………….jangan - jangan ada udang di balik rempeyek……, walopun saya masyarakat awam setelah melihat artikel ini dan membacanya saya yakin ada kekhawatiran masal yang ada di tubuh Menpan ato mungkin lebih dari itu. bukan hanya semata karena faktor politis ato semacamnya……
July 28th, 2009 at 7:58 pmsukses buat Polri, semoga semakin Profesional
mohon di forward ke kami jika ada berita tentang remonerisasi yang terbaru
July 30th, 2009 at 9:51 am
OK….akunk tea….thanks,,,,,tunggu tanggal mainnya
July 30th, 2009 at 3:20 pm
Sebaiknya Menpan segera menyelesaikan remunerasi tersebut karena jika sampai para aparat hukum kecewa saya takut korupsi malah semakin menjadi-jadi.
July 31st, 2009 at 8:46 am
Jangan lama-lama dicaikannya, ntar ada yang malas kerja tuh. kalu uda basah yang basah aja jangan ditunda lagi, boz
August 3rd, 2009 at 2:54 am
masa aparat hukum malah makan dari BAP khan gak lutu…harusnya menpan juga segera….mencairkan remunerasi…dengan melihat efektifitas kesegeraan dan kebaikan yang ada…kek….kek..:))
August 3rd, 2009 at 8:07 am
Pak menpan.. Apa susahnya sih tinggal nanda tangani doank?! Toh dana buat remunerasi jg bkn dr kantong pribadi bpk. Drpd uang trilyunan dikorup sm org2 yg ga bertanggung jwb kan mendingan buat meningkatkan kesejahteraan hidup para aparat hukum kita? Dgn bgt mrk lbh bersemangat utk trs meningkatkan kinerja mrk dlm menjaga hankamnas & lbh loyal melayani masyarakat. Udah deh pak.. Tanda tangani aza.. & everything will be okay! Trust me..:-)
August 3rd, 2009 at 6:14 pm
Betul itu….klu TNI/POLRI, Kejaksaan dan PNS lainnya sudah menerima renumerasi, kinerja mereka akan jauh lebih baik, serta mereka cenderung akan lebih berhati-hati dlm bertindak, cobalah lihat Malaysia, dengan gaji yang tinggi nilai korupsi sangatlah kecil, bekerja sesuai aturan karena tidak mau tergeser atau terlepasnya jabatan. Boleh dicoba itu…….
August 4th, 2009 at 5:38 am
Bagaimana nasib PNS yang tidak dpt tunjangan remunerisasi?
August 4th, 2009 at 10:18 amSeperti pegawai Pemerintah Daerah dan Kementrian yang tidak melayani publik secara langsung. Padahal apakah DEPKEU melayani publik langsung?
saya mendukung 100 % pendapat tetin…..
August 4th, 2009 at 10:46 am
sebaiknya jangan salah sangka dulu sam pak menpan,, hampir 1 juta orang dengan nilai remunerasi yang cukup fenomenal apa tidak menambah beban rakyat sebagai pembayar pajak???? karena sekali udah dinaikkan sulit turun pak,, jangan2 yang komentar sebelumnya itu oknum pegawai itu sendiri,,
August 5th, 2009 at 9:05 am
ya tu pak…saya sangat setuju remunerasi segera di tandatangani dan dicairkan..apa bapak tega melihat para penegak hukum yang masih menggadaikan sk untuk sekolah anak2..boro2 mrk mikirin negara, kebutuhan keluarga mrk aja terbengkalai, klopun bpk berada di t4 mrk pasti bpk melakukan hal yang sama…cuma saran saya klo remunerasi cair maka para penegak hukum yang msh korupsi di kasi punishment yang keras, klo perlu di pecat saja,ok!okelah pak ya!!!?
August 5th, 2009 at 11:04 am
sabar….tp sdh ada titik terang….klik saja
August 5th, 2009 at 2:10 pmhttp://ruslan.web.id/archives/495
bapak jangan di tunda lagi do…….nk apalagi kalau sampai di cabut!!!!
August 7th, 2009 at 10:31 amkacian deh kita!!!!!
(bahwa remunerasi marupakan reinkarnasi perbaikan kesejahteraan pendapatan perbulan bagi pekerja di pemerintahan dan bukan merupakan umpan bagi para koruptor)
mensyukuri keputusan yang sudah ada… insya ALLAH,, akan di limpahkan rezeki yang tak terduga datang nya…ok.
August 9th, 2009 at 9:43 am
Betul Pak Menpan smoga pak Menpan mendapat petunjuk dari YME Allah Swt,karena ini menyangkut hajat hidup,serta peningkatan kenerja aparatur negara,semoga dengan remonerasi ini aparattur negara mampu membawa bangsa Indonesia lebih jaya.dan menjadi negara yg besar yang disenangi kawan dan disegani lawan,rakyatnya sejahtra .
August 10th, 2009 at 5:59 am
Pak, dengan segala hormat. Klo bapak mau istikharah itu bagus, tapi jangan kelamaan. Apa lagi sampai membatalkan. pertanyaan saya adalah bapak lebih senang harta negara dikorupsi atau diberikan kepada anak istri prajurit yang sudah mempertaruhkan nyawa.
August 10th, 2009 at 5:44 pm
Knapa negara takut untuk sedikit berkorban, tapi bisa menyelamatkan aset negara yang dikorupsi oleh para koruptor yang jumlahnya lebih banyak daripada pencairan dana remunerasi…..
August 15th, 2009 at 4:20 pmSudah saatnya HUKUM SEBAGAI PANGLIMA, jangan dikebiri mulu.. CAPE DECH
go a head remunerisasi
August 16th, 2009 at 5:44 pm
MERDEKA!!!!!
August 18th, 2009 at 10:35 amSUDAHKAH HUKUM MERDEKA DAN MENJADI PANGLIMA??SUDAHKAH APARAT HUKUM MERDEKA?
setelah 64 Tahun Merdeka, masih saja berkutat dengan penghitungan anggaran belanja pegawai, tanpa berfikir sebelumnya saat penerimaan pegawai, apakah bukan “TERLAMBAT”?? Di negara kita ini KAYA SRTUKTUR tapi MISKIN FUNGSI. Kementrian, Pemda, Instansi berlomba mengadakan beberapa jabatan - jabatan yang sebetulnya cukup dijabat oleh 1 orang. tolong difikirkan saat rekrutment, bukan sekarang, saat mau menandatangani Remunerasi harus ISTIKHARAH dulu, nanti keduluan ama ledakan bom teroris Pak……., atau ambalat keburu direbut orang, atau koruptor suap Jaksa…….
ga kebayang khan klo Polisi se Indonesia, Jaksa se Indonesia & TNI se Indonesia mogok kayak guru-guru mogok belajar??????
Berapa triliun yang dapat diselamatkan TNI karena menjaga perairan indonesia dari Ilegal Fishing????
August 18th, 2009 at 10:47 amBerapa triliun aset negara yang dijaga aparat Polri???
Berapa Triliun uang Negara yang digondol koruptor kembali disetor ke kas negara oleh Jaksa??
saya kira Bapak lebih tahu, jika bapak tidak tahu berhenti saja jadi Menteri Pak.
kok aneh, untuk lembaga lain yang resiko kerjanya bisa dibilang minim, cepat sekali Remunerasi.
TNI baku tembak dengan musuh negara……resikonya MATI
POLRI memburu Teroris, Bandar Narkoba, resikonya Kena Bom atau ditembak mafia…resikonya MATI
Jaksa berhadapan dengan KORUPTOR, Teroris, Mafia Narkorba, Pelaku Illegal Fishing…. juga seperti di Poso MATI…..
Pertimbangan apa yang Bapak tunggu, ATAU ……????????
MENPAN bangsat !! enggak senang liat penegak hukumnya sejahtera…lupa waktu masih melarat pak…!! lagian bukan elo yang bayar..biar jatah korupsi elo gak kurang ya…bangsat lu emang MENPAN !!
August 18th, 2009 at 11:38 am
Yth. Bpk. Menpan
August 19th, 2009 at 9:22 amIde/gagasan dan konsep Remunerasi tlh digulirkan, tentunya sdh diperhitungkan mendalam dengan dihadapkan kepada kemampuan negara. Nilai positif dan negatif tlh bpk kaji dengan benar, skrg bpk ingin menunda konsep/draft Remunerasi yg sdh hampir final, klo memang Remunerasi berdampak positif kenapa bpk. Menpan hrs menunda?
Menurut saya, semakin cepat Remunerasi diberlakukan semakin sangat positif untuk semua golongan dan tingkatan di masing2 Departemen/Instansi, antara lain Kinerja semakin meningkat dengan sangsi apabila seseorang dianggap dan diputuskan idel capasity, ybs lbh baik dicabut remunerasinya, di kalangan penegak hukum, apabila ketahuan melakukan pelanggaran/penyelewengan hukum, ybs dicabut remunerasinya. Begitu pula anak buah karena gaji sdh memadai maka tidak perlu lagi berpikir mencari tambahan di luar kantor, bahkan tidak berani korupsi, karena resikonya dicabut remunerasinya dan apabila Atasan memerintahkan penyelewengan hukum, tentu anak buah akan berani membantah karena gaji mereka sdh memadai serta takut dicabut remunerasinya, malahan anak buahpun berani mengontrol atasannya yang melakukan penyelewengan hukum. Oleh karena itu Pemerintah hrs berani mengambil keputusan yg tepat dan cepat untuk mengundangkan Remunerasi guna menyelamatkan keuangan negara yang selama ini diambil para Koruptor tanpa belas kasihan terhadap nasib orang kecil.
Silahkan bpk Menpan sgr membentuk tim independen untuk membuktikan di setiap Departemen, apakah dengan gaji yg skrg ini cukup untuk hidup layak? Apakah pegawai rendahan jujur dan disiplin di kantornya? Apakah mereka tidak ada yg mencari uang tambahan di luar kantor tetapi masih dalam jam kantor? Apakah atasan mereka betul2 memperhatikan nasib anak buahnya? sedangkan atasan sendiri gajinya apabila dihadapkan dengan kegiatannya masih jauh dari cukup, apalagi membagikan kepada anak buahnya, klo pun ada yg memberikan lbh kpd anak buahnya, seharusnya dipertanyakan anggaran dari mana, tentu jawabnya menyisihkan dari sebagian anggaran yg sdh masuk program, apakah tindakan atasan tsb tdk termasuk korupsi?
Bpk. Menpan sholat istikharah memang sangat baik, tapi paling baik apabila bpk sebelum sholat istikharah haruslah dilandasi niat kepada Alloh SWT untuk kemaslahatan bangsa dan negara agar terhindar dari korupsi di hampir semua departemen/instansi dengan Remunerasi. Insya Alloh doa bpk terkabul karena seluruh pegawai negeri ikut mendoakan bpk.
Hormat saya,
Budi Utomo
slalu nyekolahin SK ke bank buat biaya anak sekolah/kuliah….
bayar KPR,bayar cicilan motor….
kenapa musti ditunda?????
August 19th, 2009 at 12:49 pm(emng terkesan egois,tapi ini suara hati anak PNS)
menpan yth,
August 23rd, 2009 at 8:34 pmdunia dan akhirat menjadi tanggung jawab anda kalo remunerasi untuk aparatur penegak hukum ditunda ataui dibatalkan, tugas mereka sangat berat, kenapa remunarsi untuklembaga lain dikabulkan ? ada apa ?
Mempan kalau ingin kinerja penegak hukum lebih baik dan sistem keamanan masyarakat dan negara dapat ditingkatkan, seharusnya mempan menanda tangani tapi kalau tdk ingin penagakan hukum berjalan baik dan pola keamanan maslyarakat dan negara buruk yaa tdk usah menanda tangani
August 26th, 2009 at 7:06 am
SUDAH SAATNYA PEMERINTAH MAU DAN BERANI MELIHAT KESJAHTERAAN APARAT HUKUM TANG SEBENARNYA,, YANG SANGAT JAUH DARI HARAPAN DAN SUDAH SANGAT MEMPRIHATINKAN……
August 28th, 2009 at 10:32 pmKARENA UNTUK MENGHAPUS SEMUA PERILAKU-PERILAKU JAKSA-JAKSA NAKAL, POLISI-POLISI NAKAL YG SERING MENCORENG CITRA BAIK INSTANSI MEREKA HANYA BISA DIHILANGKAN DENGAN MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MEREKA, HAL INI UNTUK MEMBUAT MEREKA TAHAN DARI GODAAN-GODAAN DALAM MENJALANKAN TUGASNYA,,
SEBAGAI PERTIMBANGAN..APARAT YANG ADA DI KPK (YANG SUDAH BEGITU BAIK KESEJAHTERAANNYA MASIH SAJA BISA TERGODA DAN TUNDUK TERHADAP PENYUAPAN, APA LAGI DIBANDINGKAN DENGAN KONDISI KESEJAHTERAAN APARAT KEJAKSAAN YANG SANGAT KECIL???
Periksa Aja MENPAN itu Bukan Jgn2 Yg Jelas Dy Tidak mendukung kemajuan Negara Ini Khusus Nya Masalah korupsi Apa bersembunyi dr korupsi Yg Dy Lakukan
August 31st, 2009 at 6:37 am
kenapa ya pemerintah cepat tanggap kl ada bank kolap seperti BLBI, Century dsb dengan menggelontorkan uang trilyunan rupiah, tetapi sama PNS sendiri pake mikir berlebihan, sebenarnya negeri ini milik konglomerat busuk atau milik siapa….statement Menpan tsb dapat dijadikan alasan aparat kerja makin ga bener ……
September 5th, 2009 at 8:47 pm
Kepada Yth :
September 8th, 2009 at 4:12 pmBapak Menpan RI
kalu memang remunerasi sangat menguras keuangan negara, kenapa jajaran di bawah Mahkama Agung sudah dapat remunerasi??? bahkan di rapel 9 bulan Pak MENPAN!!!
atau emang sengaja di buat diskriminasi antara aparat penegak Hukum di negara ini???
kepada bpk menpan
September 9th, 2009 at 4:51 pmkalau ditunda kenapa hal itu dibicarakan dan seharusnya rencana tdk usah disampaikan jadi tdk ada efek yang ada . . . kalau begini kan ada efeknya . . apa ada sesuatu thd bapak menpan . . . . kalau perleu dana segar kita mau dipotong kok utk satu bulan remunerasi . . .
benahi dulu kinerjanya.. baru dapat hadiah. di MA saja hakimnya masih terima suap.
September 11th, 2009 at 7:39 am
saat remunerasi bagi jaksa. polri gk usah dulu ya. kan dah byk 86 he3……
September 11th, 2009 at 9:49 am
Astaga, Remunerasi ditunda? oh percaya deh karena ada 18 Bank yang perlu disuntik, maklum Menpan udah akan terima sedikit “uang pengertian” dari para Koruptor tsb, Century aja 6 Trilyun santai aja, tapi klu untuk PNS 1,3 Trilyun jadi pemikiran…Emang aneh kalu di Pikir-pikir…
September 15th, 2009 at 3:51 am
Buat aparat hukum yg ga dapat remu, sabar aja. Bekerjalah semaksimal mungkin demi pendapatan seminimal mungkin biar anak istrimu melarat. Dan buat hukum yg ada di indonesia, maafkan jika aparat hukum trpaksa menjualmu, apa boleh buat, trpaksa soalnya demi anak istri. Buat pak Menpan,, kok bisa ya pak SBY memilihmu jd Menpan.?? Nyesal aku milih PAK SBY.
September 15th, 2009 at 9:46 pm
kalo bpk menpan punya keputusan mohon secepatnya pak di putuskan jangan menunggu trs. semua jg pasti ada pertimbangannya apa lg bapak buanyak sekali yang harus di urusi ama bapak. supaya bapak ga terlarut2 cepat ambil keputusan pak. kalo ini salah satu cara untuk memberantas korupsi bisa di coba dulu. dengan pengawasan yang ketat remunrasi bisa bpk cabut lg pak.
September 16th, 2009 at 4:57 am
Jangan mimpi….. memberantas korupsi tanpa renumerasi di Jajaran aparat penegak hukum…………
September 25th, 2009 at 5:42 am
Pak Mempan tolong jangan memaksakan kami untuk melakukan korupsi.. karena gaji kami tidak mencukupi… coba bandingkan gaji kami dengan gaji bapak!
September 25th, 2009 at 5:51 am
Yth : Pak Menpan, coba bapak berpikir realistis apa yang dirasakan oleh bapak kalau bapak menjadi pegawai biasa yang tidak menduduki jabatan politis saat ini, apa cukup gaji resmi anda untuk menghidupi kebutuhan hidup keluarga anda?
September 26th, 2009 at 5:31 amApabila usulan ini sampai gagal/tidak di tanda tangani oleh Bapak sama artinya BAPAK MEMBIARKAN KORUPSI TUMBUH SUBUR DI NEGERI TERCINTA INI kenapa, karena secara realita seorang PNS yang hidup di kota, bekerja di intansi tertentu, tingkat kehidupanya cukup mewah, rumah bagus, mobil bagus lebih dari satu, dari mana kalau bukan dari korupsi? kalau mereka tidak korupsi kenapa tidak lebih kaya dari seorang guru yang hidupnya di pelosok pedalaman yang untuk makan tidak mengandalkan gaji karena cukup dari hasil pertanian sendiri. Tapi kenapa kebanyakan yang lebih kaya adalah PNS tertentu yang hidup di perkotaan, kenapaaaaa……? Dengan contoh itu Ya Allah bukakanlah hati para Pemimpin kami khususon hati Bapak Menpan. Amiiin….!
tanda tangani ja pak….banyak anak istri TNI, Polri dan kejaksaan yg menderita dengan gaji suami dan bapak nya yg kecil.kebutuhan pokok pun semakin hari semakin meningkat.
September 29th, 2009 at 10:38 am
telat nih berita..orang daah ada kabar remunerasi bakal cair kok
October 2nd, 2009 at 4:51 am
MMM….
October 3rd, 2009 at 5:20 pmsetahu saya Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara, BPK, Depkeu, MA, dan KPK. sudah mendapatkan renumerasi??? betul kan??? berarti pegawai2 menpan sudah menikmati renumreasi??
bagaimana?? sempatkah kami beristikharah sebelumnya dalam renumerasi Menpan??? kok diam2, tahu2nya sendiri dapat renumerasi??
saya nominasikan anda menjadi pemimpin paling DZALIM pada tahun 2009 ini.
selamat atass kemenangannya dalam “The Most DZALIM Award”
Inalillahi wa inalillahi rojiuun……
begini mas,sebenarnya dgn adanya remunerasi gaji ada yg akan terusik,soalnya selama ini,yg menikmati uang2 dgn nilai besar adalah para pejabat tinggi.Remunerasi gaji memberikan keadilan merata karena dari prajurit TNI/Polri terbawah mendapatkan hak yg merata,dan membuat para bpk2 diatas kehilangan lahan
October 4th, 2009 at 1:22 pm
Kok pegawai LAPAS..gk di sebut2..pdhl yg ngurusin pelanggar hukum,dr ngasih makan smp ngjagain mereka tdur adlh kt2..
October 10th, 2009 at 3:24 am
Negara ini memang bukan milik rakyat tapi milik konglomerat busuk,milik pejabat korup,rakyat hanya numpang makanya kebijakan selalu pro pejabat dan konglomerat bukan pro pegawai kecil dan masyarakat iiiiiiiiiiiiiiyyyyy ngeri dech hidup di negara almunafifin,,,,,,,,,
October 15th, 2009 at 7:54 am
Buat MENPAN,
October 15th, 2009 at 8:20 pmcoba dong pak?….pikirkan betul-betul?…sekali-kali kunjungan ke tingkat bawah jangan ke tingkat komandan ke atas, kalo komandan jelas, ada ini itu?….kalo bawahan digini digitu….minus gajinya ga bisa nyekolahin anak apa lagi kuliah…ya untuk mendukung dinas aja gaji tidak bakalan cukup….sekali-sekali inspeksi tingkat bawah, melaske to?…..
polri harus segera dapat remnrsi,,,,polri kerjanya sangat berat banyak urusan polri menangani teroris,,korupsi, pembunuhan,,,,semua itu berat dan butuh biaya yg tdk sedikit,,apalagi fasilitas yg di terima sangat jauh dari standar……
October 17th, 2009 at 3:44 am
moga2 aja menpan cepet diambill ama allah amin….
October 22nd, 2009 at 11:36 am……….AGAR TETAP BISA KORUPSI……………
Mereka (BOS-BOS, JENDERAL-JENDERAL dll) adalah kaum Konservatif yang cenderung resistant terhadap perubahan,
……….. agar tetap bisa main GOLF setiap hari………..
Mereka (BOS-BOS, JENDERAL-JENDERAL dll) saat ini, Silahkan Polling atau kumpulkan info, sangat menikmati ketidak jelasan kinerja INSTITUSI-INSTITUSI bawahan mereka sehingga mereka setiap hari bisa bermain GOLF, KARAOKE, membangun Rumah seluas lapangan BOLA dll.
Contoh; seorang jenderal TNI gaji pokoknya hanya berkisar RP. 5.000.000,- tapi dari mana mereka bisa membangun rumah puluhan Milyar? Hitung sendiri kekayaan jenderal2 yang dipublikasikan, dari mana kira2 asalnya.
Yang pasti mereka KAYA RAYA dengan memanfaatkan ketidak jelasan system institusi yg mereka pimpin dengan penyelewengan anggaran. Tapi KPK tidak akan dapat membongkar penyelewengan demikian karena Aparat pasti akan melindungi atasannya dengan GTM (Gerakan Tutup Mulut).
Sejujurnya, anggaran bagi institusi2 seperti TNI, POLRI, Kejaksaan dll lebih dari cukup untuk operasional. Tetapi dalam penggunaannya lebih banyak diselewengkan (tapi administrasinya lengkap/sesuai aturan).
Di lain sisi, apabila REMUNERASI digulirkan dengan konsekwensi perbaikan kinerja aparat, Mereka (BOS-BOS, JENDERAL-JENDERAL dll) tidak akan bisa main GOLF lagi, membangun rumah MILIARAN dll.
Saat kinerja institusi “samar-samar”, Mereka (BOS-BOS, JENDERAL-JENDERAL dll) demikian mudah mendapatkan MILIARAN. Tapi dengan REMUNERASI mereka mungkin harus menabung dari gaji mereka yg pantas (dan Halal) untuk membangun rumah.
Mereka (BOS-BOS, JENDERAL-JENDERAL dll) harus mikir2 untuk main GOLF atau KARAOKE karena gaji (yang pantas dan halal) harus dibagi untuk dapur dan pendidikan anak dll.
Segalanya harus diatur2 karena tidak ada subsidi (korupsi) lagi.
Sehingga amatlah wajar kalau Mereka (BOS-BOS, JENDERAL-JENDERAL dll) secara psikologis resistan terhadap REMUNERASI.
…….AGAR TETAP BISA KORUPSI MILYARAN………
October 30th, 2009 at 3:24 am
remunerasi semua instansi harus ditunda harus diaudit kinerjanya dulu,, beda dgn wakil rakyat, justru harus jadi prioritas,,kinerjanya sangat jelas membela kepentingan rakyat,,mengawasi pemerintah,,dll,dst,dsl,dsb. Untuk terpilih jadi wakil rakyat hrs kampanye, pelihara konstituen, pelihara parpol, biayanya gak tanggung-tanggung besarnya. so tanpa wk rakyat siapa yang bela rakyat? ingat kunci pintu UU ada pd wk rakyat.
October 30th, 2009 at 7:42 am
Bapak-bapak, ibu-ibu, dan saudara-saudaraku kita tunggu aja tanggal mainnya pak menpan pasti luluh hatinya remunerasi pasti turun kalau gak turun berarti keadilan di negeri ini tidak ada sama sekali. MA yang kerjanya ongkang-ongkang mutusin perkara udah dapet remunerasi sedangkan yang kerja cari bukti-bukti demi menjerat koruptor kok dibiarin gak dipikirin piye to yo utekke….. gak mikir wong cilik.
October 30th, 2009 at 9:00 am
Mas Rusdi tenane… jangan memberi angin segerrrr lho ! Mana buktinya ?
October 30th, 2009 at 9:06 am
Gw msh blm jelas nih remunerasi TNI/POLRI, bagaimana dengan PNS di lingkungan TNI/POLRI mereka dapat juga ga ya, kerjanya di balik meja teyus masak disamakan dengan aparat TNI/POLRI yang kontrak mati
November 2nd, 2009 at 5:08 am
polri adl institusi negara yg sangt penting,bahkan bisa di bilang negara tanpa polri bagai mulut tak berlidah……untk menjaga nama baik negara baik di mata masyrakat maupun di mata dunia internasional maka polri memiliki kinerja yg sangat penting di antaranya;memberantas teroris,ini merupakn tugas yg sangat berat krn nyawa taruhan,banyak orang berpendapt bhwa itu mrupakan resiko,orang bisa bilang gitu krn gak tau gmn susahny jd peneggak hukum coba kalau mrk mersakan pasti bakal mencret2………………………………..untuk itu sudah sewajarnya jk gaji apolro di naikkan……berhubung tugas kedepan yg mennti sangat amat berat……………………………………
November 7th, 2009 at 5:58 pm
yah……..sebenarnya kasihan lihat TNI/POLRI sekrang….gaji gak besar…tp lihat tugasnya sngat berat!!!sbg masyarakat…sy mendukung adanya kenaikan gaji yg besar,,,yah…biar mereka tdk lg mikir uang apa lg yg dipakai buat makan kluarga……smngat TNI / POLRI
November 9th, 2009 at 2:19 pm
Pak MENPAN Yg saya banggakan…. Dengarkan lah rintihan polisi di pelosok tanah air… Dan jg masyarakat nya.
November 10th, 2009 at 6:53 amItu saja pak dari saya.
Trimakasi pak MENPAN.
caerkela boss… kgek dipercekkela dikit klo caer nian..
November 13th, 2009 at 2:34 pm
kami sangat berharap semoga renumerasi sgra trun,,, tapi harga sembako jgn ikut naik…mohon bpk presiden….
November 25th, 2009 at 1:10 pm
Pak Menpan, kalo aparat yg lain selain aparat penegak hukum gmn dong ? Korupsi mngkn gak bakal abis2, soalnya msh ada yg butuh
November 26th, 2009 at 12:07 pm
bos yang harus di periksa adalah menteri keuangan dan presiden karena ketika menyangkut kepentingan lembaga atau departemen keuangan kesejahteraan sangat mudah di kucurkan dan disetujuhi serta ketika makamah agung meminta tunjangan lebih untuk lembanga dibawah naungannya maka presiden dan menteri keuangan cepat sekali setujuh. mengapa lembaga lain sulit sekali mendapatkan tujangan seperti 2 lembaga tersebut ???. apakah mentang-mentang menteri keuangan mengelola uang sehingga mereka seenaknya membuat peraturan untuk kesejahteraan mereka sendiri ???, dan apakah menteri keuangan, presiden dan DPR takut dengan Lembaga Mahkama Agung yang dapat memutuskan salah benarnya seseorang atas tindakannya yang di perbuat di dunia ini ???
November 30th, 2009 at 11:10 am
Kajian demi kajian oleh orang2 yang dianggap berkepentingan sudah dilakukan. Silakan dihitung kembali antara penghasilan (Gaji) dengan kebutuhan minimum orang tersebut hidup di kota Jakarta dengan segala permasalahan di ibukota. Apakah “GAJI” TNI/Polri itu cukup dengan standart kebutuhan hidup di kota.. Dengan anak 2 orang ..SD dan TK..??? Silakan dihitung…
December 1st, 2009 at 5:04 amPutuskanlah dengan bijak dan matang… Masalah “GAJI” yang sangat minim..sangat berdampak dengan Profesionalisme seseorang dalam bekerja.
Kalo Gaji sudah cukup…kalo buat pelanggaran silakan dihukum sesuai dengan aturan yang telah ditentukan pula…
to MUHAMMAD # 49
December 1st, 2009 at 5:21 amSAYA SEPENDAPAT DEGAN PENDAPAT ANDA..SESUNGUHANYA DANA CUKUP ITU KALAU DI SALURKAN TAMPA ADA SUNAT SUNAT…..BAYANGKAN SAJA DATA YANG DI KIRIMKAN KE ATAS SEBAGAI BUKTI PEMBAYARAN HANYALAH KARANGAN FIKTIF BELAKA….TAPI BAWAHAN TIDAK BISA BERBUAT APA APA..KARNA SISTEM YANG DARI AWAL YANG SUDAH MENYALAH…SEHINGGA SAMPAI SEKARANG MENDARAH DAGING..
Pak Menpan coba dengar rintihan kami para penegak hukum di derah terpencil, atau ditempat saya bertugas……
December 1st, 2009 at 8:18 amkami sangat berharap sedikit kebaikan dan perhatian dari Bapak dapat meringankan beban kami….amin….
saya sangat setuju dengan adanya remonisasi tni dan pns agar perbaikan perekonomian anggt meningkat dan mengurangi terjadinya pelanggaran serta miningkatkan kinerja tni dan pns saya dukung menpan dan mentri keuangan jalan terus kalau ada yang tidak setuju anggap aja angin lalu diumpamakan anjing menggonggong kafilah berlalu bravo remunisasi
December 4th, 2009 at 10:44 am
jalani pekerjaan mulia sbg Jaksa yakni berbakti pd Negeri tercinta sampai berpeluh darah dgn terus melihat kedepan…(walau bangga punya seragam,atribut,tanda pangkat yg membuat segan orang yg melihatnx).. tanpa harus menoleh lagi kebelakang..utk mengais-ngais sebentuk benda yg bernama”Remunerasi” utk dimilki..krn itu hnya ilusi semata yg tdk akan pernh digenggam melainkan justru hanya akan membawa kepahitan bgi yg terus memimpikannx…tetaplah bangga jdi Jaksa dan TU walau tdk menggenggam itu,krn bila kita kerja dengan berdoa mk TUHAN akan slalu buka Rezeki&Berkat utk kita&Keluarga. Hidup Kejaksaan..
December 7th, 2009 at 11:42 am
kok tulisan saya dihapus ? berarti kritikan sy buat kalian terlalu pedas ya ? ya beginilah sikap-sikap yg perlu diberantas !! mengkritik org lain lancar, begitu dpt pencerahan sdikit sdh kebakaran jenggot !! jadi soal remunerasi adlah sbgian kecil dr perbaikan hidup kalian …. MENTAL-MENTAL menerima KETERBUKAAN, KEBERSAMAAN & TAHU DIRI itulah yang PALING UTAMA…!!!!!!! saya jadi pingin tahu ??? Apakah kalian benar2 PAHAM dgn bahasa dewa kalian sendiri “POLISI PENGAYOM MASYARAKAT” ????
December 7th, 2009 at 1:56 pm
kak juno nulis apa kmrn ? kapan ? kok bisa dihapus gmn carana ? tp aq stuju sekali dgn kalimat terakhir : POLISI PENGAYOM MASYARAKAT. bener ga si mrk paham maknanya.
December 7th, 2009 at 3:01 pm
ada comen om priiiittt !!! hehehe….
December 7th, 2009 at 3:07 pmhari gini msh doyan semprit. ke laut aje !
kirimin daftar remunerasi donk
December 10th, 2009 at 4:39 pm
Yang adil aja Pk. menhan, masa yang kerjanya keseharianya hanya lari, nyanyi dan menghabiskan biaya hanya untuk latihan tempur… tapi ngk pernah perang, harus dpt Remunerasi seharusnya yang mendapat remunerasi itu instansi yang bertugas mengatur dan menegakkan hukum yang resikonya lebih besar. kalau melihat kerjanya saya melihat Polri dan Kejaksaan yang harus mendapat Remunerasi tetapi maaf aja nih ini penilaian saya.
December 11th, 2009 at 12:57 pmcoba pk. menhan liat aja secara langsung. makanya kalau Remunerasi turun untuk anggota Kepolisian dijamin tidak ada lagi anggota Polri yang nyeleweng kalau ada TINDAK TEGAS kalau PERLU DIPECAT.
nah… kalau untu TNI…. MAAF NIH keseharianya itu yang saya sebutkan diatas, kalaupun ada tugas luar TNI dibayar dobel oleh negara (Udah gaji di Indonesia dapet trus di penugasaan juga dapet dibayarnya pake Dollar lagi). lagian indonesia itu negara dalam kedaan tidak perang. jadi Nganggur deh TNI. sedangkan Polri dan Kejaksaan mau perang mau ngk perang tugasnya sama menegakkan hukum… dan beresiko dengan nyawa. kalaupun perang Polri juga ikut turun. yang adil aja Pk. Menhan…..!!!!!
km kayak tukang kecap aja deh,….memang polisi penegak hukummmmmm.,,,,tapi jangan salah …..bila tidak ada money mana…..hukuman pasti jalan juga….itulah polisi…,…kalau saya berangkat kerja, saya sering melihat dipinggir jalan polisi seperti temer saja tarikin uang supir bis di jalanan…saya pakai motor sekali semprit..nya polisi kena rp 50.000,….itu kan sudah profesional kali…..ya 71 EVAN
December 14th, 2009 at 4:47 am
yg ngomong tni kerjanya cuman nyanyi ama lari pagi aja, ga butuh remun erasi, saya tantang anda masuk tni dulu,biar lebih tau and ga sembarang ngomong lg…..
December 14th, 2009 at 8:01 pm
P E N G U M U M A N….remunerasi tni/polri jadi dibayarkan TMT januari 2010.. tapi pembayarannya menggunakan mata uang yen…yen ora lali….
December 15th, 2009 at 10:31 pm
maklum pak bonggo, mungkin evan tuh dulunya pengen banget jadi anggota TNI ato Polri tapi karena tidak kesampean keinginannya, begitulah jadinya… mulutnya jadi bau anyir, untung saja dia yang bermental tempe ini bukan bagian dari TNI/Polri, bisa bahaya buat bangsa ini.
December 16th, 2009 at 5:38 am
klo mau dituntut profesional maka remunerasi harus turun.. jangan hanya ditekan atau dipojokan terus.. jangankan militer yg sudah terlatih dan memang dicetak utk jd mesin pembunuh semut di injak saja menggigit dan sabar dan mengalah ada batasnya!!! klo remunerasi turun maka semua bisa dituntut utk profesional krn sdh dicukupi semua shg sdh tdk ada alasan lg!!! tp apakah orang yg menghalangi ke arah yg lebih baik itu spy profesional bukanya termasuk bahaya laten yg lebih berbahaya dr PKI yg menghancurkan dr dalam dan tidak ada unsur luar yg menyetir maupun mengkondisikan supaya NKRI hancur.
December 16th, 2009 at 9:22 am
btol ntu 7 bonggo..
December 16th, 2009 at 12:12 pm
Ya Allah paringono sabar mugi mugi pak Menpan tanda tangan biar anak saya bisa ganti sepatu
December 17th, 2009 at 5:19 am
TNI ga usah remunerasi, tapi demo aja, keluarin pansernya, artilerinya, pswt tempurnya, kapal perangnya, mau tau siapa yg berani ngamanin…POLRI? atau kejaksaan?
December 18th, 2009 at 9:29 pm
janganlah pak segala di iming imingi Remunerasi kalau tidak ada yang buat bayar, tolong bilang saja remunerasi batal. sudah pegawai jangan di pingpong yang akirnya kerja pokok di tinggalkan hari-hari ngobyek terus ………………
December 20th, 2009 at 6:39 pm
Gaji yang ada saya udah nrimooooooo banget walaupun banyak potonganya karna saya yakin dan percaya bahwa Allah Menciptakan Makluknya itu berikut rejekinya. kalau turun remunerasi naanti malah di pake Neko-neko.
December 20th, 2009 at 6:42 pm
bagi yang koment pro soal remunerasi…
December 21st, 2009 at 3:48 amkalian tuh bagian dari pemerintah atau bukan…???
tau ndak definisi dan pembatasan remunerasi…
bagemane sejarahnya… truz gimana pelaksanaannya???
ta ndak??!!
belum lagi soal apa outcomenya…
pada tau ndak outcome???
lhah sekolah dulua ja kalo belum jelaz!!!
remunerasi tuh berat!!!
di negara ini praktetknya timpang
dua sisi tidak didukung dasar2 yang jelaz.
nuwun sewu kepada petinggi di republik.
andai dikumpul yang masih kebagian sisa nurani (bukan parpol yak, kebanyakannya hanya boong tuh politik)
maaf saya juga ikut tanda tangan remunerasi…
tapi makannya jadi ngerezzz… sebagian ndak terima
jadi disalurkan kepada yang lebih berhak…
kalo yang cuma mimpi kaya karena remunerasi mah…
cenderung pns goblok (maaf)
kalo ndak goblok ya bego mau diperalat oknum negarawan.
KITA SAMA2 TIDAK TAU REALITA PEMERINTAH NEGARA INI!!!
jadi, mari tidak saling hantam kromo…
kilas balik dulu…
pelajari dulu apa yang terjadi…
baru kita komen dengan benar pro n kontra musti gimana.
dad
December 21st, 2009 at 6:23 amSy yakin EVAN ini anggota POLRI yang baru mletek dengan hasil dari nyogok!!!!!!!
December 21st, 2009 at 6:31 amdia ngak tahu bagaimana sejarahnya TNI dan POLRI
dia belum pernah tugas tempur di Aceh makanya dia ngomong semaunya
Polisi dan Brimob hanya nangkring doang dalam Kota
yang keluar masuk hutan siapa ????????
Buat TNI –> Pengabdianmu adalah kebanggaanmu… Kamu bukanlah Tentara Bayaran, tapi Tentara Pejuang (Kata Pak Dirman)… Maka teruslah berjuang hidup…!!! untuk mempertahankan keutuhan NKRI… Ha..ha..ha…
Buat Kejaksaan -> G usah mumet mikir remonerasi… semoga lebih adil & bijaksana…
Semua jalankan Tugas demi negara sesuai Fungsi & Perintah… Tanggung jawabkan kepercayaan yg diberikan kpdmu…!!!
Musti Legowo.. : Sing iso di Leg (Yo di untal), Sing iso digowo (Yo di gowo kabur), Yen ora iso di Leg lan Digowo.. Yow di duduki sampai anak putu (Rumah dinas TNI yg di jakarta)
December 22nd, 2009 at 8:51 am
Pada Bawel Lu…TMT 1 Januari 2010 pasti turun, pada sabar napa !
December 22nd, 2009 at 10:04 am
sabar,,, dan sabar bukan menpan yang tahan Tapi Tuhan yang belum ngasih
December 25th, 2009 at 12:48 pm
dijamin remunerasi ditunda semangat memburu teroris juga anjlok………lok teroris meraja lela biar pak menpan aja yg mengejar dan menangkapnya ya pak.hidup Polri.
December 26th, 2009 at 7:36 am
kalo menpan masih isktikharah.. ga usah repot-repot pak, kt bisa bantu antum klo di akhirat nanti di periksa sama Malaikat ALLAH SWT. kt akan bersaksi di pengadilannya ALLAH nanti, ga usah takut. sudah,, ditanda tangani aja,- tahu ga pak banyak pegawai baik itu kejaksaan,polri,TNI yang SANGAT.SANGAT DAN SANGAT Menghrapkan remonerasi trealisasi. karn bnyak para pegawai yg makan sj hrus HUTANG, aplgi untuk memnuhi kebutuhan yg lain.- sy jamin pak klo ini sudah jdi amalan tersendiri untuk bekal bapk di akhirat nanti, tpi klo tidak ditanda tangani, itu bakal jdi penghalang bgi bapak masuk surga…tolong perharikan,dalam kalimatnya.trims
December 26th, 2009 at 4:36 pm
BAPAK-BAPAK yg memegang kendali kekuasaan!!!!!! yg lagi pada ribut dengan kasus Bank Century. jgn meremehkan pegawai rendahan, krn Anda tahu yg bikin Bank itu kaya? adalah krena banyak pegawai yg Hutang di BAnk gadaikan SKnya bahkan sampai jaminkan rumah. tpi kenapa takut realisasi remonersi???? toh, kembalinya ke pemerintah juga. jdi walaupun hanya sebagian besar, PEGAWAI=HUTANG. HUTANG>BANK. BANK>PAJAK.
December 26th, 2009 at 4:47 pm
segera diadakan remunerasi spy kami bs hidup sejahtra n anak-2 kami bisa mempunyai masa depan..amin.
December 27th, 2009 at 12:48 pm
Kalo sampai remunerasi ngga jadi…hanya ada 1 kata yang pantas diucapkan…PEMERINTAH BANGSAT..!!
December 27th, 2009 at 4:01 pm
betul semua dukung remunerasi secepatnya
December 28th, 2009 at 7:53 am
efektifkah remunerisasi untuk memberantas korupsi?
December 29th, 2009 at 7:28 ambukannya kebutuhan manusia tidak ada batasnya?
menteri yg gajinya besar aja, masih pada korupsi.
tapi memang APBN lebih baik untuk remunerisasi orang banyak daripada buat kepentingan pribadi segenlintir orang,,,
to evan kampret bermulut sampah. elu belum tau gimana jadi Tentara sih…! gue yakin kalo Lu masuk Tentara, LU bakalan kencing di celana, malah mungkin sampe berak di celana ngadapin kegiatan Latihan yang ngak pernah habis. Gue yakin lu bakalan kabur terbirit-birit dgn muka pucat seperti setan, pulang ke ketiak Emak Lu dgn berkata, “MAAAAAAAK GUE KAGAK MAMPU NIH….!” Mengkenye jangan omong gede doang LUUUUUU….!!! Kasih komentar yang Rasional dong…..!!!!!
December 29th, 2009 at 12:22 pmVIVAnews(Rabu, 4 November 2009, 17:47 WIB) Pemerintah dalam pelaksanaan reformasi birokrasi di 13 Kementrian/Lembaga sudah memiliki anggaran khusus. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan alokasi anggaran antisipasi untuk program reformasi ini mencapai Rp 10 triliun.
“Jumlah ini, mencakup semuanya untuk pelaksanaan reformasi birokrasi pada 2010 di 13 Kementerian/Lembaga termasuk TNI/Polri,” ujar Sri Mulyani di Departemen Keuangan, Rabu 4 November 2009.
Pemerintah Melanjutkan Kebijakan Remunerasi
http://www.kontan.co.id
JAKARTA. Ada kabar baik buat pegawai negeri sipil (PNS). Pemerintah kembali meneruskan kebijakan remunerasi alias pemberian tambahan tunjangan di 13 kementerian/lembaga (K/L).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengatakan, 13 K/L yang dimaksud adalah Kejaksasan Agung, Departemen Pertahanan, Departemen Hukum dan HAM, Kantor Menko Perekonomian, Kantor Kementrian dan Kordinator Kesejahteraan Rakyat. Selain itu, Kantor Kementrian Koordinator Politik dan Keamanan, Kementrian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Bappenas, Kepolisian, Lembaga Administrasi Negara, BKN, dan BPKP.
Sri Mulyani mengatakan, kebijakan remunerasi pada saat ini memang masih diutamakan kepada K/L yang berkaitan dalam rangka menjaga penerimaan negara dan kepastian hukum. “Sehingga pada tahun 2011
December 29th, 2009 at 8:18 pmreformasi birokrasi di seluruh K/L termasuk remunerasi dapat selesai,” ujar dia, Senin
Anggaran ini sudah termasuk yang disiapkan untuk tunjangan khusus bagi para personel yang bertugas di pulau terluar.
Lembaga yang akan mendapat remunerasi..(dg catatan) Kejaksaan Agung, Departemen Pertahanan, Departemen Hukum dan HAM, Kantor Menko Perekonomian, Kantor Menko Kesra, Kantor Menko Polhukam, Kantor Meneg PAN, Kantor Meneg PPN/ Bappenas, Kepolisian Negara RI, Lembaga Administrasi Negara, BKN dan BPKP.
http://bisnis.vivanews.com/news/read/116878-gaji_pns_12_kementerian_lembaga_naik_di_2010
December 31st, 2009 at 6:53 am
Oealahhhh jebule ngak jadi to, kasihan tuh yg berharap remunerasi apa ngk pernah terpikir oleh para babe akibat ditunda lagi pencairan remunerasi ? Smoga aja ngak tambah runyam.
January 2nd, 2010 at 7:23 am
remunerasi utk mempersempit tindakan kriminal atas KORUPSI…!!! klo mo bicara soal KORUPSI pihak mana sih!! klo mau tahu yah pasti semua tahu lah… PEMKOT,PEMKAB dan PEMPROV lah yg plng bnyk ditemui kasus korupsix. so… bicara lg utk mempersempit tindakan korupsi yah… menurut saya PEMDA lah pling harus. itu sih menurut pengelihatan saya. bersentuhan langsung dengan masyarakat yah PEMDA lah. bicara soal membangun Daerah Yah PEMDA lah. TP knp tidak ada yah PNS2 PEMDA yang mao angkat bicara soal REMUNERASI…!!! hahahahaha… capek deh! mending “UTANG NEGARA” tu diselesaiin dlu dari pada “REMUNERASI” MENURUT sy belum terlalu tepat kebijakan pemerintah sprt itu.
January 5th, 2010 at 6:56 am
Kinerja sudah diperbaiki beberapa tahun tapi Remunerasi tidak juga turun…..????
January 6th, 2010 at 6:46 am
Saya menpan. kan udh disampaikan klo Remunerasi akan di cairkan 2010 dgn mata uang Yen dgn perincian sbb :
January 7th, 2010 at 8:33 am1.Yen ora diapusi.
2.Yen ora dikorupsi.
3.Yen ing tawang onok lintang. kwakk.kak..kak…
entah kapan turunnya yang penting kita sebagai anggota polri harus tetap semanagat menjaga negara kita tercinta….
January 8th, 2010 at 11:16 amSEMANGAT!!!!!!!
dari pada buat bank century yang ga jelas mendingan buat kesejahtraan pns
January 8th, 2010 at 3:09 pmmasa gaji Pns golongan 3a lebih kecil dari pada pegawai tidak tetap pemda btg kaltim
percuma aja adanya sosialisasi remunerasi klo akhirnya gak ada penerapannya. gini aja dech….. gak usah aja ada remunerasi biar gak ada lg yg berharap. kasian bpk bpk TNI n POLRI nya….! mau kredit rumah n kendaraan malah gak jd. hancur….hancur hatiku…..! keuangan jg jd hancur berantakan….. mungkin RSJ bntar lg penuh karna banyak yg STRESSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS………………………..
January 10th, 2010 at 2:47 pmliat asrama tni polri,, kesejahteraan yg slama ini dharapkan, kami para istri polri yang hanya bisa mengandalkan SK suami,, dan berharap cemas ketika suami penempatan di daerah rawan,,,
nyawa taruhan nya,tapi kami hanya bisa meratapi nasib,seandainya para pemimpin Qta tau btapa sulitnya kehidupan kami yang selalu mengandalkan BRI
January 13th, 2010 at 12:38 pm
“ORANG KAMPUNG” SALAH SATU YG TIDAK MENDUKUNG, REMUNERASI..TAHU APA ANDA TENTANG REMONERASI..? PAJAK NEGARA..? COBA ANDA PIKIR.!!KALAU PENDAPATAN NEGARA BUKAN HANYA DARI PAJAK SAJA, ADA MIGAS,PERUSAHAAN NEGARA,NON MIGAS DLL.. OLEH KARNA ITULAH ANDA HARUS BERPIKIR DENGAN BANYAKNYAN PENDAPATAN NEGARA TERSEBUT SANGAT RENTAN TERJADINYA tINDAK pIDA kORUPSI, SKARANG TIMBUL PERTANYAAN ‘ sIAPA YANG MAMPU MENYELAMATKAN UANG NEGARA TERSEBUT APAKAH ANDA ORANG KAMPUNG BISA MENYELAMATKAN..????? SEDANGKAN ORANG KOTASAJA TIDAK MAMPU APALAGI ANDA!!! HIDUP REMUNERASI…!!!!!
January 13th, 2010 at 7:46 pm
to evan : Elo bagaikan katak di bawah tempurung, mulutmu cuap2 kaya kentut aja..bau tau! mungkin elo ga pernah baca berita atau koran atau mungkin elo buta hurup, berapa tentara yang gugur karena mempertahankan keutuhan negara di aceh, papua, dan Eks Timor timor..kalo ngomong jangan kaya kentut, kalo ga ngerti bidang tugas orang ga usah sok tau..mungkin dulukamu ngebet pingin masuk tentara tapi ga keterima karena mental mu mental kerupuk..
January 14th, 2010 at 5:27 am
orang banyak yang gak peduli sama TNI/Polri tetapi kalo suatu saat negara kita terancam bahaya larinya pasti ke TNI/Polri, tiap kali ada bencana alam yang datang duluan sapa ? TNI/Porli, tetapi giliran permasalahan kesejahteraan TNI/Polri dikesampingkan,gak perlu. soalnya tenaganya TNI/Porli bisa di utang dulu alias dicicil….ya kan.
January 14th, 2010 at 7:04 amRapel kenaikan gaji ato apalah?pasti paling belakang. tapi kalo berkaitan dengan nyawa TNI Polri suruh maju duluan….ya sapa yang salah aku juga gak ngerti.Pejabat pemerintah ato Pejabat TNI/Polri sendiri? sapa yang tahu….
Masalah korupsi sebenarnya dimulai dari awal penerimaan karyawan/pegawai atau apapun itu namanya,analisaku….wah2 analisa hehehe…korupsi di Indonesia bakal ilang kalo yang menjadi pemimpin orang yang lahir nya diatas tahun 1980…kenapa begitu? tahun2 sekarang lagi memberantas korupsi neh ya to…jadi nanti orang2 tua yang ada di pemerintahan pusat sampai tingkat lurah semuanya akan tergantikan dengan orang2 yang lahir tahun 1980 ke atas dengan inspirasi baru, cara pandang baru, paradigma baru,kalo 5 tahun kedepan sih korupsi masih ada tuh gak ilang…..
January 14th, 2010 at 7:10 am
pak eko ingin segera remunerasi krn lele skrg sudah turun harga, tolong sgr direalisasi!PLESE DEH…
January 15th, 2010 at 11:24 am
Saya sebagai prajurit merasa bersyukur jika ada remunerasi,tetapi jika tidak pun tidak jadi masalah,sejak dulu saya daftar dari pangkat terendah sbg prajurit sampai sekarang,pengabdian kpd bangsa dan negara tidak pernah diukur dengan gaji yg saya terima.gaji besar atau kecil bg saya adalah pengabdian kpd bangsa ini yg utama,tidak terfikir korupsi menghantui tugas saya krn gaji yg kecil,yg terfikir hanya satu bgm sy mengabdi kpd bangsa ini dan bagaimana keluarga saya hidup bahagia dengan kesederhanaan yg ada.Saya tdk menuntut kecuali mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk sama sama bahu membahu menjaga keutuhan NKRI.Saya hidup dengan 2 anak yg sekolah dengan gaji 3juta,merasa bersyukur pada Alloh SWT,kecil memang tetapi jika selalu bersyukur gaji itu cukup untuk hidup sebulan dg segala keperluan hidup.Saya selalu tanamkan pada keluarga utk hidup sederhana,bersyukur,dan menjauhi sifat sombong dan serakah.Saya kadang tdk terfikir knp orang mesti korupsi atau cari uang dr kegiatan tdk baik,andai kita sudah terbujur kaku,hanya kain kafan dan segumpal kapas yg dibawa menghadap Illahi.Rumah mewah,uang banyak,mobil mahal,pangkat jabatan tinggi,semua kita tinggalkan,dimata Tuhan itu semua tak berarti,Hanya amal baik dan doa keluarga yg soleh yg akan menolng……semoga saya dapat bertugas dengan baik,kalupun ada remunerasi itu semata hanyalah doa yang selama ini selalu kami panjatkan padaNYa..Ya Alloh berilah kami rejeki yg engkau ridoi,dan berikanlah kemampuan kepada kami agar bisa berbagi dengan orang lain yg membutuhkan,andai rejeki itu tidak engkau ridoi,sebesar apapun yg aku terima akan jdi bencana bg kami…Yaa Rabb hanya kpd Engkau kami memohon….(bio2guest@yahoo.com)
January 16th, 2010 at 7:00 am
btul mas deni, gji sy jg 3 jtan tp anak br 1. sy ingat skli saat tgs di aceh kmrn, saat kontak dgn GAM. 1 jam km kontak dgn 1 pers gugur & 1 lk brat, smtr msuh 3 twas. sedih skli mbawa jenasah anak buah plg ke klrgnya, istri & 2 anak balita yg tlh jd yatim.
January 17th, 2010 at 5:48 amdisini sy tdk akan bicara remunersi, tp sy hnya mau mnyentuh prasaan bpk2 eks kmandan km yg sdh punya kdudukan tggi utk berbuat sesuatu kpd kami. stidaknya bila kt gugur di penugasan ada gj lebih yg ditabungkan,utk dijadikan pegangan buat anak istr kt.
Pak….Menpan, Resiko TNI,Polri,dan Kejaksaan ibaratnya Kaki kanan di lobang kuburan, yang kaki kiri di dalam penjara, tapi kesejahteraan kita-kita gak di perhatikan juga pak, ada apa sih pak….kenapa Dep Kehakiman udah, Dan Dep keuangan Udah, terus Polri, kejaksaan ama TNI belum pak……..
January 18th, 2010 at 11:30 am
ya … rekan2 harus bersabar, sekarang ini memang yang masih menjanjikan hanya skep yang berada di BRI alias mikirin cicilan tiap bulan …
January 19th, 2010 at 8:13 pm
Jangan ragu2 yntuk memnberikan pak, kasihanilah kami pak yang sudah menantikan datangnya remunerasi, kami juga mempunyai keluarga yang harus kami nafkahi setiap hari, dmana gaji kami mash minim sekali untuk memenuhi kasejahteraan kami…Allah SWT pasti memberikan pahala yang berlimpah bagi bapak.
January 22nd, 2010 at 3:05 pm
alhamdulillah remunerasi di tunda kalo nggak mungkin aku sudah kawin lagi… terimakasih ya pak menpan
January 22nd, 2010 at 3:09 pm
Para mentri dan anggota DPR penghasilannya wah…. termasuk Menpan punya “Sisa hasil Usaha” tiap tahun sangat super. Makanya gak usahlah pikirkan remunarasi untuk bagian atau departemen lain. Ya ?. OKE LHA KALLO BBBEGITHU….!!!
January 26th, 2010 at 5:38 am
TNI kan alat pertahanan negara yang menjaga dari sabang sampai meroke masa kalah kesejahterannya sama satpam yang jagain gerbong kereta api yang segitu panjang dan luasnya, “Sungguh kasihan TNI”
January 26th, 2010 at 7:04 am
Pak MENTRI kalau pun tidak jadi Remunerasi tolong bayarin rumah kontrakan kami aja, karena kami sebaggai perajurit TNI gajih kami tidak seberapa dibandingkan dengan gajih bapak dan tunjangan lainya yg bisa membeli rumah dan mobil mewah, mungkin yang bisa menolong kami hanyalah TUHAN, “hidup JENDERAL SUDIRMA A A A A A A A A A A A A A A A A A A …NNN”
January 26th, 2010 at 8:37 amdimas jga sdah pasti anggta TNI..
jelas bgt donk yg harus dpt remunerasi POLRI dlu karna tugas anggta POLRI sgt2 menanggung resiko..
dimas hanya anggar2 d aceh saja.. tp sekarang apa anggta TNI hanya byk mengelap senjata saja d barak..
hidup POLRI
January 27th, 2010 at 7:20 amsaya sebagai anggta polri sedikit tersinggung dgn kata2 lusi dan benyamin, karna sudah mengatai rekan kami..
klian kira tugas klian saja sekarang yg beresiko.. jauh bgt dgn tugas kami anggta POLRI yg sgt2 beresiko
January 27th, 2010 at 7:34 am
To. Evan/Mecky Karamoy.
January 28th, 2010 at 6:33 amSaya pun anggota polisi tolong anda jangan menjadi propokator yang bisa memecah membelah TNI/Polri jangan-jangan anda penyusup bahaya laten PKI ke tubuh Polri karena TNI susah di susupi PKI, saya sebaggai PROPAM Mabes Polri akan melacak anda dan kami punya bukti yang kuat.
Kerja kita cuma mondar mandir dijalan (alasan Patroli)padahal cuci mata, kerja kita mengamankan jalan raya padahal nongkrong diwarung jalan, kerja kita memberantas Preman padahal kita sendiri preman berseragam yang suka malakin orang susah, kerja kita memberantas narkoba padahal kita sendiri pengedar narkoba, kerja kita memberantas korupsi padahal atasan kita pada korupsi, untuk Evan&mecky karamoyoy. kita jangan terlalu bangga jadi Polisi keberhasilan kita cuma satu menagkap Teroris, coba kamu liat dan perhatikan setiap anggota polisi kematiannya selalu Tragis karena kualat banyak makan uang HARAM…… “Hidup PoLRI” lanjutkan tugasmu.
January 28th, 2010 at 6:56 am
TNI & POLRI klu ada perang atau kerusuhan Nyawanya Duluan di pertaruhankan tp klu masalah kesejahteraan ya no 1 dari belakang.
January 28th, 2010 at 7:01 aminilah cermin Negara kita pejabat yg enak mobilnya aja 1,3M gimana harga rumahnya ???????……..
tdnya sih aku simpatik ama yg namanya SBY tp sekarang agak hambar kerana janjinya gak pernah tepat.
( contoh remunerasi ).
Yang begituan itu klo jadi syukur banget klo gak jadi terlalu banget soale gara-gara berita gituan itu harga barang pokok jadi gak karuan, padahal yang 5% aja kagak jelas…. omong-omong 5% itu berapa ya???? paling bisa beli beras berkutu 20 kg buat stok sebulan, lain - lainnya ngutang lagi deh….
January 29th, 2010 at 2:38 pm
renumerasi aja buat masalah sekarang kta laksanakan tugas kt masing2 gak usah mikir renumerasi.rezeki yg mengatur yg punya kekuasaan/jabatan aja.bukan rakyat jelata.
January 31st, 2010 at 6:00 pm
Anji i i i i i i ng..Monye e e e e e et..Set a a a a a a ann, Kalian kira KMI bangga dan bahaggia menjadi anak aparat, generasi yang tidak punya masa depan, ditambah ayah-ayah kami disini yang pada DEPRESI memikirkan beban hidupnya yang penuh hutang karena kesejahteraan yang tidak seberapa, dan menaruh hrapan pada REMUNARASI yang kalian janjikan ternyata tidak jadi” PERSETANN dengan kalian semua…
February 1st, 2010 at 12:26 pm
jangan memberikan Remunerasi hanya pada depertemen/kementerian yang berhubungan dengan penegakan hukum, itu namanya diskriminatif, apakah PNS2 pada PEMDA bukan abdi negara…..?
February 3rd, 2010 at 6:01 pmjustru pada departemen/kementerian yang diberikan Remunerasi itulah sarangnya penyamun dan penjahat (non TNI), apakah anda2 tahu berapa banyak anak2 gadis yang dihamili, istri2 orang yang entot oleh anggota POLISI baik BKO dan non BKO diPOSO selama mereka tugas disini, aparat kejaksaaan yang menjual hukum, dan POSO aman bukan karna POLISI tapi karna TNI yang pendekatannya manusiawi dibanding polisi yang kayak binatang……………….
Mas Deny and Mas Darso
Gitu dong kalo jadi Ksatria Bangsa dan Negara…………..
Hidup TNI, teruslah berjuang walaupun dengan keterbatasan yang sangat terbatas…….
jangan kayak yang pakaiannya seperti anak PRAMUKA,kata pimpinannya penerimaan tidak ada biayanya tapi pada kenyataannya, adik saya sdh lulus semua tes masuk POLISI tapi karna gak ada uang 40 juta eh… tidak diluluskan, makanya mereka begitu jadi polisi, yang dipikirin kembalikan modal, sambil menekan masyarakat apakah itu yang pantas dikasih Remunerasi….?
untuk mas2 berdua jadilah Prajurit YUDHA WASTU PRAMUKA yang tangguh dan gigih serta mengabdi tanpa pamrih karna SETINGGI2NYA GUNUNG TIDAK SETINGGI LUTUTMU KSATRIA BANGSA, jangan jadi kayak yang seragamnya PRAMUKA…….
Hidup TNI, jaga kami, jaga negara kami dan jadilah sahabat kami………… rakyat indonesia
February 3rd, 2010 at 6:31 pmsemakin aman dan kokoh armada militer qt (tidak luput kesejahteraan anggotanya harap di perhatikan,agar seimbang), investor akan lebih mempercayakan uang y untuk menginvest di negara qt ini.
untuk yang kontra dengan PNS yang bekerja di lingkungan TNI/POLRI mendapat remunerasi, harap di telaah lebih lanjut. jika mereka tidak ada apakah anda2 sekalian dapat bekerja efektif dan apakah telah sesuai dengan kopetensi yang anda2 miliki?? trus jika anda2 berperang semua siapa yang akan menduduki Mako???
February 4th, 2010 at 3:15 pm
Insya Allah kalau renumerasi dibayarkan April 2010, sy doa kan Bpk.SBY dan keluarga masuk surga,amin.
February 5th, 2010 at 3:28 am
gak usah remunerasi dan jangan di bahas….berharap masuk surga aja lebih baik!!!
February 5th, 2010 at 2:20 pm
oke lah kalo begitu hehehehe…………..
February 7th, 2010 at 1:53 pmlebih baik jangan saling menghujat sadarlah dengan apa yang sudah kita perbuat dan tetaplah berharap karena berharap itu doa yang akan di kabulkan oleh ALLAH SWT…………amiiiiin……
to mecky karamoy:
February 7th, 2010 at 1:56 pmresikonya memang besar …ketabrak mobil karena sopirnya tau kalo berhenti bakal dipalak hehehehehe…………
wahai orang orang yang munafik yang tidak bisa menepati janjinya jangan suka ngumbar janji kalau tidak bisa menepati janjinya bakal kasih remunerasi, janji adalah hutang dan akan dipertanggungjawabkan diakhirat setelah kau mati nanti…….sadarlah. asthagfirulloh hal’azim!!!!!!!!
February 8th, 2010 at 12:33 am
untuk adhy poso janganlah kau menjelek-jelekkan satu sama lain dan ingatlah bahwa sesungguhnya yang kau jelek2kan lebih baik daripada yang kau banggakan.Dan ingatlah kau semua yang jadi PNS,TNI dan POLRI dan pekerjaan yang lain gak ada yang gak pakai duit semua pakai dan yang lebih nyata jadi bupati, walikota, anggota dewan semua pada kampanye dan minta dipilih apakah itu gak kasih uang, bahkan jadi satpam saja sekarang pakai uang juga, jadi jangan kau menghina yang lain karena yang dihina itu lebih baik daripada anda…. allohu akbar……!!!!
February 8th, 2010 at 12:43 am
katanya januari,,,,,,,,,,,lha sekarang dah FEBRUARI,,,,remunirasi…jangan dipikirin…selama masih ada gaji yang tersisa,,,BRI menyambut anda dengan tangan terbuka (kata temen saya,,,,hahahahahaha),,,,wallahu a lam,,,mo jadi ke’ mo g ke’…EGP jangan memandang APA YG BERIKAN OLEH NEGARA,,,,,,,TAPI APA YANG KITA BERIKAN KEPADA NEGARA,,,,toh kita masih bisa Ngojek,,,,Makelar,,,,Nguli,,,,Nukang,,,,Berladang,,,n yang terakhir NGUTANG,,,,,hehehehehehe kata D’MASIV “jangan menyerah” ,,,,,,allohuma sholi alla muhammad (dijawab donk)
February 9th, 2010 at 5:05 pmBuat yang suka adu domba TNI-POlri,, ‘GOBLOK LOE AH”.. Buat TNI-Polri yang mau diadu domba “GOBLOK BANGET SEI LOE”.. Damai itu indah brother…
February 11th, 2010 at 5:52 am
To XXX
February 11th, 2010 at 11:52 am“asthagfirulloh hal’azim” Rzkiy yang mengatur ituh Alloh BOOS…bukan orang yang punya kekuasaan dan jabatan, Justru mereka yang suka makan uang rakyat dengan hasil KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME…jangan-jangan REMUNERASI juga dikorupsi sama mereka makanya nggak jadi-jadi, …nasib…nasib”’
ga usah di turunin aja geeeen kurasa gaji TNI POLRI ama KEJAKSAAN dah cukup gede wkwkwkwkwkwkwkwkwkwki
February 14th, 2010 at 12:33 pm
bisnis tni kan udah diambil alih… tni udah tidak berbisnis, purnawirawan masih banyak yg tinggal di rumah dinas.yg aktif pusing mikir kontrakan rumah, biaya anak sekolah, uang tranport ke kantor/jauh dari rumah rek/dulu masih ada kelonggaran tni tdk bayar naik bus/skarang bayar booo. tni udah tdak ada lagi disegani./ akhirnya ….banyak yang sakit hati/berobat jauh dari rumah perlu ongkos/akhirnya berobat di dukun.. ampunnn
February 16th, 2010 at 4:07 am
Yakin dan pasti dibayarkan bulan April 2010, tapi sementara 75% dulu Tmt Januari 2010 jadi rapel 4 bulan.
February 20th, 2010 at 5:50 pm
REMUNERASI, kacian tau, saudara2 kita yg POLRI / TNI / JAKSA, ……………… katanya keluar Januari 2010????
February 23rd, 2010 at 11:19 am
Remunerasi seperti Fatamorgana. gak pernah nyata
February 25th, 2010 at 7:35 am
ia pak manpan segeratandatanggani remonerasi untuk TNI, tolong perhatikan kesejahteraan TNI. sampai sekarang TNI klo sudah Pensiun tidak punya rumah karna keuangn yang tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga dan anak”ny
March 2nd, 2010 at 5:34 am
DASAR !!!!!!! TIKUS GOT YANG DIPAKAIKAN DASI
March 4th, 2010 at 1:27 pmLEBIH MEMENTINGKAN GOT YANG BASAH
gak butuh yang namanya remunerasi, dari 24 jam dinas untuk siaga polri saya hanya gunakan waktu 1 jam utk absen doank karena gaji saya hanya cukup untuk itu aja selebihnya gw nyambi donk, backing perjudian, body guard jadi penghasilan gw beberapa kali lipat dari remunerasi yang direncanakan. so gw gak salah donk
March 4th, 2010 at 1:34 pm
Maunya, jgn karena sbuah cita2 atau keinginan tidak tercapai lantas kita saling menghujat bahkan memojokan sepihak, bersikaplah bijak dlm menyikapi permasalahan sehingga kita bs berfikir lebih tenang dan jernih, dgn dmikian kita bs hdp lbh baik, siapa yg tdk ingin dpt remunerasi, pstilah kita smua mau tp kita terma sja yg ad dan krjkn sj dulu kwjbnnya, menjelang yg lainnya dtg,tdk perlu saling merasa sdh yg lbh baik krn smua sdh ada porsiny masing2, dan sy mhn maaf kpd yg lainnya hendakny klu tdk mrsa brkpntngan hendaknya tdk prlulah mmbri komentar2 yg justru akan mnmbh ricuh suasana di negara ini, hiduplah secara damai baik dan normal, lakukanlah dan krjknlh sesuai porsinya msng2, insyaalloh kita smua akan hdp aman damai dan tentuny lbh baik.
March 10th, 2010 at 9:29 am