Pemimpin yang amanah
Imam Ar-Razi menyebutkan bahwa amanah kepemimpinan menjadi prioritas utama yang harus dilaksanakan. Menunaikan amanah dan berlaku adil terhadap manusia tanpa kecuali, merupakan pahala besar bagi amal sholeh yang dilakukan oleh orang yang beriman. Rasulullah SAW dengan tegas iman dari orang yang tidak bisa menjaga amanah dengan baik, “Tidak ada agama bagi orang yang tidak bisa menunaikan amanah” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi).
Merenungkan begitu beratnya konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan dalam mengemban amanah itu, maka setiap muslim harus terlebih dahulu melakukan introspeksi diri sebelum menerima amanah dalam bentuk apapun. Sebab langit dan bumi saja merasa berat untuk menerima amanah. Sebagaimana yang dijelaskan Allah SWT dalam Al Quran Surah Al Ahzab ayat 72: “Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada langit dan bumi serta gunung-gunung, mereka enggan untuk memikulnya dan merasa berat menerimanya. Dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya mereka amat zhalim dan bodoh.”
Kalau menjalankan tugas sebagai pemimpin tidak lurus niat, yaitu hanya mengejar impian dunia, maka ketahuilah sangat mudah untuk tergelincir sebagai pemimpin yang tidak amanah. Yaitu pemimpin yang berkhianat kepada rakyat yang dipimpinnya. Rakyat hanya dipergunakan sebagai ‘komoditi’ untuk mengejar dan mempertahankan jabatan. Padahal yang demikian itu merupakan khianat yang paling besar dihadapan Alloh dan Rosul-Nya. Perhatikan sabda Rosululloh SAW,”Khianat paling besar adalah bila seorang penguasa memperdagangkan rakyatnya. (HR. Ath-Thabrani).
Akhirnya harus kita katakan kepada saudara-saudara kita yang saat ini menjadi pemimpin. Jangan sekali-kali tidak berlaku tidak adil dengan cara memberi layanan terbaik hanya kepada golongan menengah dan atas. Sementara orang-orang yang lemah selalu dikalahkan dalam segala persoalan dan kebijakan. Kalau mereka tidak memberi perhatian lebih kepada orang-orang yang lemah, kelak mereka di akhirat akan menjadi orang yang sangat hina. Alloh akan mengacuhkan mereka. Rosululloh bersabda,” Barangsiapa diserahi kekuasaan urusan manusia lalu menghindar (mengelak) melayani kaum lemah dan orang yang membutuhkannya maka Alloh tidak akan mengindahkannya pada hari kiamat. (HR. Ahmad).


Perlu diusulkan kalau belum diadakan, yaitu sebelum terpilih jadi calon pemimpin harus dilakukan test tertulis dan interview yang berkaitan dengan kepemimpinan, baik mengenai sikap mental, pengetahuan sosial kemasyaratan, dll.
July 15th, 2009 at 8:03 amPenilaian secara objective dengan diberi passing grade nya. Bagi yang belum lulus diberi remidi. Terhadap calon2 pemimpin kemudian di ranking, dipilih sesuai kuota. Tapi dengan catatan jangan mbocorin kunci jawabannya….
cape dech remunerasi ditunda terus,jangan jangan cuma janji kasihan khan aparat gakum dan keamanan.
July 19th, 2009 at 10:29 am